Salah satu Intangible asset yang memiliki kontribusi sangat signifikan bagi keuntungan perusahaan adalah merek.

Pembelian PT HM Sampoerna oleh PT Philip Morris Indonesia senilai Rp. 18,5 triliun atau 5 miliar dolar AS pada 2005 adalah salah satu contoh transakasi atas merek. Sebab, ketika itu, nilai buku aset Sampoerna seperti mesin, gedung, dan sebagainya hanya sekitar 1 miliar dolar AS.

Pertanyaannya adalah, bagaimana menilai atau menentukan harga sebuah merek? InterBrand, perusahaan konsultan valuasi merek global yang sangat terkenal, menggunakan lima kriteria untuk menilai atau memeringkat sebuah merek. Pertama, terdapat data keuangan yang tersedia secara publik. Kedua, sepertiga lebih pendapatannya berasal dari luar negeri. Ketiga, merupakan merek yang berhubungan dengan pasar secara langsung. Keempat, memiliki economic value-added yang positif. Dan, Kelima, tidak boleh hanya melayani konsumen business to business tunggal tanpa profil awareness public.

Dari metode perhitungan itulah, misalnya, InterBrand menaksir pada tahun 2008 harga merek Coca-Cola sebesar 66,67 juta dolar AS, atau IBM sebesar 59 juta dolar AS.

Sumber: Majalah “Penilai”, Edisi: Juli/TH.VII/2012